How I Get A Best Night Rest
Kita sebagai manusia sangat membutuhkan istirahat. Belum lagi setelah seharian bergelut dengan seabrek pekerjaan yang enggak ada habisnya. Istirahat bisa menjadi alasan tepat untuk melepas lelah. Terutama pada malam hari. Itulah alasan mengapa Allah menciptakan malam untuk manusia.
وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (Al-Qashash: 73)
Sepertinya ayat di atas sudah cukup jelas. Untuk tafsir lebih lengkapnya bisa dicari di sini. Sesuai judul yang tertera, kita akan mencari tahu cara mendapatkan istirahat malam yang baik.
Manusia yang diciptakan berbeda-beda, pasti punya cara tersendiri versi mereka agar bisa istirahat dengan nyaman. Ada yang harus menyalakan lampu saat tidur, ada yang bisa tidur kapan saja asal nyenyak dan lain sebagainya tergantung kenyamanan masing-masing. Meski begitu, kita harus tetap memperhatikan do and don't-nya. Karena selain nyaman, kita juga harus bisa merasakan manfaat dari apa yang kita kerjakan. Apalagi ini adalah istirahat, tidur malam, yang kurang lebih setengah dari hidup kita dihabiskan untuk ini.
Aku sebenarnya juga termasuk salah satu orang yang bisa tidur bagaimanapun keadaannya asalkan ada barang yang bisa dipeluk. Selain itu, sebelum masuk kamar aku usahakan untuk sikat gigi dan mencuci muka, tangan dan kaki. Juga tidak lupa untuk berwudhu. Karena kita tidak tahu apakah ini tidur sementara atau selamanya.
Dari Abdullah bin Umar radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا
“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.'” (HR. Ibn Hibban 3/329. Syuaib Al-Arnauth mengatakan, Perawi hadis ini termasuk perawi kitab shahih. Hadis ini juga dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
Setelah urusan di kamar mandi selesai, aku beranjak ke kamar dan membersihkan tempat tidur dengan sapu lidi.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ.
“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” [HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050. Lafazh yang seperti ini berdasarkan riwayat Muslim]
Beres semua, tempat tidur pun mempersilahkan kita untuk merebahkan diri di atasnya. Ritualku sebelum tidur adalah work out ringan. Hanya menggerak-gerakan kaki saja. Berikutnya baca doa. Disyariatkan untuk meruqyah diri sebelum tidur seperti membaca surat al-ikhlash, al-falaq, an-nas, dan ayat kursi. Kemudian membaca:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
“Dengan namaMu, ya Allah! Aku mati dan hidup.” [HR. Bukhari no. 6312dan Muslim no. 2711].
Setelah itu cobalah untuk menutup mata perlahan. Menghayal boleh, overthingking jangan. Tidak bisa tidur? Tidak masalah selama tidak menggunakan barang elektronik lagi. Ambillah buku yang bisa membuat mata merasa lelah. Kalau tidak bisa juga, ambillah al-quran karena ayat-ayatnya menenangkan.
Ada sedikit tambahan juga dari orangtuaku. Entah kenapa mereka selalu menggunakan heksos ketimbang kipas angin. Kalaupun menggunakan kipas angin, pasti selalu dihadapkan ke dinding. Aku tidak pernah tahu alasan pastinya sebelum akhirnya aku tahu kalau ternyata hal itu dapat menyerap cairan dalam tubuh. Sehingga tubuh akan menurun lalu kekurangan cairan bahkan dehidrasi. Kemungkinan lainnya bisa dilihat langsung di sini.
Malam tidak harus melulu dilampiaskan dengan berpikir tentang hal-hal rumit yang justru membuat kita semakin stress. Malam juga tidak harus melulu dihabiskan dengan kegiatan yang kurang bermanfaat. Luangkan waktu untuk dirimu sendiri. Malam hari adalah waktu terbaikmu.
A Lone Night
![]() |
| shout out to the pexels contributor! |
Rasa yang Pernah Ada
![]() |
Manusia diciptakan berbeda-beda ras dan suku bangsa agar mereka saling mengenal, bukan menindas. Manusia juga memiliki sifat dan watak yang berbeda agar saling memahami bukan mengintimidasi. Banyaknya perbedaan tersebut membuat dunia ini semakin berwarna. Alih-alih perdamaian, permusuhan lebih sering terjadi karena keberagaman ini. Dari orang-orang kulit putih yang sok suci, orang-orang tamak yang paling susah jinak, sampai perdebatan soal makan bubur yang lebih enak diaduk atau enggak.
Ngomongin cara makan bubur yang diperdebatkan, aku dan saudaraku bisa dibilang punya selera yang sama, sama-sama diaduk. Selain selera makan bubur, kami juga suka pedas, pecinta micin dan makanan gurih lainnya. Bedanya dia biasanya 'lebih gigih' untuk mendapatkannya ketimbang aku yang milih untuk 'apa adanya'.
Tidak perlu jauh-jauh, kalau membuat mie instan saja, semua bumbu penyedap yang ada di rumah dimasukin satu-satu ke mangkuk mienya, b*n cabe dan irisan cabai rawit juga enggak ketinggalan. Telur rebusnya juga harus pas dan kuahnya enggak boleh kurang. Sementara aku, ya, cuman pakai bumbu yang sudah disediain dari sananya dan sisa irisan cabai rawit yang kadang enggak diabisin sama dia. Belum lagi kalau aku yang harus masakin indomienya. Nyerah duluan sebelum dia sempat menjelaskan harus ada apa aja di dalam mangkuk mienya.
Apalagi, akhir-akhir ini aku sering mencoba masak sendiri untuk menekan anggaran karena suka beli makanan jadi. Karena cuman coba-coba, rasanya pun rada-rada. Dan karena rasanya yang enggak bisa disebut mencapai standar rata-rata (menurut adikku itu) enggak jarang dia marah-marah. Makanannya enggak cocok di lidah dia, kurang asin lah, ngga ada rasanya lah, dan segala macam uneg-uneg ala juri-juri masterchef yang judesnya enggak ada lawan. Padahal menurutku itu sudah cukup asin, asin banget malah. Makanya, enggak jarang kita ribut cuman gara-gara masakannya enggak cocok di lidah masing-masing.
Soal selera yang berbeda tiap orang, aku pribadi belum pernah makan menu yang sama kalau lagi makan di luar bareng orang lain. Kalaupun sama, salah satu dari kita pasti ada yang ngalah atau bingung mau makan apa. Contoh paling sering adalah ketika istirahat. Aku sering banget jajan bareng temen aku yang satu ini. Aku biasanya sering ke kantin buat beli gorengan, bakso, cilok, atau makanan berbumbu lainnya. Sementara temanku belok ke koperasi buat beli wafer, biskuit, atau makanan manis lainnya. Kantin yang sering penuh menjadi alasan lain kenapa dia selalu jajan di koperasi. Pernah juga kami pergi ke kantin bareng tapi ngidam jajanan yang beda. Dia beli jajanan seribuan kalau aku beli jajanan berat seperti seblak. Alhasil, dia harus ikut nungguin biar kami bisa makan bareng.
Kembali ke cerita awal, akhirnya aku tahu perasaan ibuku ketika masakannya yang telah dimasak sepenuh hati ternyata tidak dinikmati. Bukan karena rasanya yang enggak enak, tapi karena menunya yang enggak memikat. Sakit.
Realita 17 Tahun

Pelajar 2021

Tujuan Setelah Lulus Sekolah
"Orang yang kaya adalah orang yang hatinya selalu merasa cukup," tutur beliau.
"Kalian belajar untuk mengangkat kebodohan diri sendiri dan orang lain"








